Review Buku Elite Pribumi Bengkulu

Diposkan oleh Pemilik Blog | 2/11/2011 | , | 0 komentar »

Review Buku Elite Pribumi Bengkulu - Buat sobat yang ingin mengenal sejarah Bengkulu lebih jauh terutama kehidupan pada abad ke-19 buku yang satu ini layak dijadikan sebagai referensi. Buku yang berjudul " Elite Pribumi Bengkulu " di tulis oleh Agus Setiyanto.

Review Buku Elite Pribumi Bengkulu

Berikut Review buku Tersebut :
Judul : Elite Pribumi Bengkulu Perspektif Sejarah Abad Ke-19
Penulis : Agus Setiyanto
Penerbit : Balai Pustaka
Cetakan : Jakarta 2001
Tebal : 321 hlm

Intisari :
Elite Pribumi Bengkulu adalah para kepala Pribumi yang berstatus sebagai kepala adat diwilayah komunitasnya masing-masing. Secara genealogis, elite pribumi Bengkulu terbagi dalam empat kelompok besar, yaitu kelompok Sungai Lemau, Sillebar, Sungai Hitam dan Muko-muko. Dalam Upaya melestarikan kekuasaan tradisionalnya, para kepala Pribumi Bengkulu berusaha mempertahankan sistem sosial dan tradisi kultural yang telah berlaku dalam komunitasnya.

Sistem pewarisan gelar dan jabatan, serta membina sistem kekerabatan melalui perkawinan antar elite pribumi merupakan strategi politiknya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, posisi kekuatan tradisionalnya semakin tergantung pada garis kebijakan  sistim politik kolonial.

Hal itu tampak jelas dalam arus mobilitas  sosial yang saling kompetitif. Kompetisi antar Elite Pribumi Bengkulu dengan elite pribumi keturunan dalam memperebutkan kekuasaan formal yang ditawarkan oleh pemerintah kolonial tampaknya terus berjalan secara ketat. Akan tetapi jabatn regent (bupati), tetap dimonopoli oleh elite pribumi Bengkulu, kecuali kelompok Sillebar. Sementara elite pribumi keturunan Bugis berhasil mempertahankan posisinya sebagai kepala orang asing dan peranakan hingga tahun 1832. Setelah kematian Daeng Mabella, kelompok elite keturunan Bugis ini semakin merosot posisinya, bahkan tidak mampu lagi untuk memberi andil dalam sirkulasi elite.

Untuk selanjutnya jabatan kepala orang asing dan peranakan itu dapat direbut oleh Raden Muhamad Zein, dari kelompok elite pribumi keturunan Madura. Setelah Raden Muhamad Zein meninggal pada tahun 1853, jabatan tersebut baru dapat direbut oleh elite pribumi Bengkulu dari kelompok Sungai Lemau.

Dalam perkembangan selanjutnya, sirkulasi elite semakin ditentukan oleh sistim politik kolonial. Jabatan bupati secara terus-menerus dimonopoli oleh Elite Pribumi Bengkulu pada akhirnya juga tidak dapat dipertahankan. Adapun puncak keruntuhan pemerintahan dikalangan elite pribumi Bengkulu terjadi sejak dibebastugaskannya bupati Muko-muko pada tahun 1870. penghapusan regenten bestuurs telah menimbulkan reaksi keras dikalangan elite pribumi Bengkulu. Reaksi keras yang berwujud pemberontakkan ini secara implisit mengandung tuntutan agar dibentuk kembali regenten bestuurs (pemerintahan bupati).

Info lainnya dari buku Elite Pribumi Bengkulu Perspektif Sejarah Abad Ke-19 dapat dilihat di beberapa link berikut :
http://agussetiyanto.wordpress.com
http://bengkoelen-bengkoelezen.blogspot.com 

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Komentar Pembaca :

Ada 0 komentar pada artikel “Review Buku Elite Pribumi Bengkulu”

Posting Komentar


Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang bermutu. Komentar Spam atau kata-kata tidak sopan akan dihapus.

Next previous home