Puisi Soe Hok Gie SebuahTanya

Diposkan oleh Pemilik Blog | 9/06/2008 | , | 0 komentar »

Puisi Soe Hok Gie "Sebuah Tanya" adalah salah satu dari sekian banyak puisi yang dibuat oleh Soe Hok Gie. Seorang aktifis mahasiswa yang namanya cukup populer hingga saat ini. Selain menulis dan membuat puisi ia juga adalah seorang pendaki gunung, yang hingga akhir hyatnyapun ia meninggal di puncak tertinggi gunung Semeru akibat gas beracun, Simak Puisi Soe Hok Gie Sebuah tanya dibawah ini.

Puisi Soe Hok Gie SebuahTanya

Sebuah Tanya
Selasa 1 April 1969
Catatan Seorang Demonstran 

akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)


apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat


(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku bicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)


apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta


(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)


manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru

Selain puisi Soe Hok Gie Sebuah Tanya diatas simak juga puisi Laiinya Soe Hok Gie selasa 11 November 1969

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Komentar Pembaca :

Ada 0 komentar pada artikel “Puisi Soe Hok Gie SebuahTanya”

Posting Komentar


Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar yang bermutu. Komentar Spam atau kata-kata tidak sopan akan dihapus.

Next previous home